Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda




pemuda
Sumber gambar google image


Secara harfiah pemuda adalah golongan manusia yang masih muda dan bersifat labil yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan supaya menjadi lebih baik. Pemuda juga akan menjadi penerus generasi bangsa, dengan semangat pemuda akan menentukan perubahan diwaktu yang akan datang.
Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang dapat merubah perubahan dan kemajuan negara ini dengan rancangan-rancangan dan jalan pikir kita sebagai pemuda. 
Proses sosialisasi yang dialami oleh pemuda tiap harinya entak itu di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat membawa dampak yang besar dalam membina sikap hidup di masyarakat luas.

Pemuda diharuskan dapat bersosialisasi dengan masyarakat, dituntut supaya bisa beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan sekitar agar menimbulkan sikap peduli dan rasa kebersamaannya terjalin.
Pemuda terdiri dari kelompok umur, yaitu sebagai berikut:
  • Masa Bayi = 0 – 1 Tahun
  • Masa Anak = 1 – 12 Tahun
  • Masa Puber = 12 – 15 Tahun
  • Masa Pemuda = 15 – 21 Tahun
  • Masa Dewasa = 21 Tahun Keatas
Ataupun dari segi fungsional maka diberikan istilah anak, remaja, dan dewasa, perinciannya sebagai berikut :
  • Golongan Anak : 0 – 12 Tahun
  • Golongan Remaja : 13 – 18 Tahun
  • Golongan Dewasa : 18 (21) Tahun Keatas
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa, maka dari itu dalam tahap menjadi seorang pemuda yang matang kondisi perlu diperhatikan, kondisi yang labil membuat pemuda terbawa pergaulan, maka dari itu dalam memilih teman bergaul perlu diperhatikan supaya tidak salah gaul.
Pemuda memiliki kelebihan yang mau menghadapi perubahan, karena itu pemuda bisa dikatakan merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Soekarno pernah mengorbakan saat pidatonya tentang semangat juang Pemuda “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitulah pandangan Sukarno tentang pemuda di indonesia, Sukarno mempercayai pemuda Indonesia dapat merubah dan nasib ditentukan ditangan pemuda Indonesia
Kilas balik ke sejarah dimana bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan, dan kini moment ini diperingati sebagai Sumpah Pemuda. Rumusan kongres Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin yang berisi:
  1. Pertama, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kedua, Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga, Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Sosialisasi




sosialisasi
Sumber gambar google image

Dalam bermasyarakat pentingnya sosialisasi sangat diperhatikan, karena sosialisasi adalah proses penanaman nilai dan aturan. Sosialiasi dibagi menjadi dua jenis yaitu Sosialisasi Primer (sosialisasi dalam keluarga) dan Sosialisasi Sekunder (sosialisasi dalam masyarakat).
Sosialisasi Primer berlangsung pada saat anak berusia 1-5 tahun, anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. dalam tahap ini peran orang tua dan peran orang-orang terdekat sangatlah penting, warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh kepribadian dan interaksi antara anda dan anggota keluarganya.
Sosialiasi Sekunder yaitu proses sosialiasisasi setelah sosialisasi primer, memperkenalkan individu ke dalam kelompok masyarakat. Pada proses ini masyarakat yang menilai kepribadian seseorang, contoh apakah seseorang yang dinilai kepribadiannya adalah orang baik atau tidaknya dinilai dari kepribadian kita.

Tipe Sosialisasi

Dalam proses sosialiasi terdapat tipe sosialiasi Formal dan tipe sosialisai Informal. Tipe sosiaisasi formal terjadi melalui lembaga yang berwenang yang sesuai ketentuan yang berlaku dalam negara, contohnya seperti pendidikan sosial di sekolah dan pendidikan pada militer. Sedangkan tipe sosialisasi informal terjadi di masyarakat atau dalam pergaulan antar teman, sahabat, sesama anggota kelompok-kelompok sosial yang ada di masyarakat.
Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal, sosialisasi tersebut tetap mengarah ke arah pertumbuhan pribadi supaya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya.
Dalam interkasi dalam sosialisasi formal atau interaksi sosialisai informal dalam lingkungan seperti sekolah seseorang murid mengalami proses sosialisasi, dengan proses sosialisasi tersebut siswa memahami tentang peran yang harus ia lakukan dan mempunyai kesadaran untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah saya merupakan siswa yang disukai banyak teman atau tidak? Atau bagaimana dengan perilaku saya, sudah pantaskah atau tidak?

Pola Sosialisasi

Pola sosialisasi dibagi menjadi dua: pola sosialisasi represif dan pola sosialisasi partispatoris.
Sosialisai Represih lebih menekankan guna hukuman terhadap kesalahan. Atau ciri lian dari pola sosialisasi represif adalah penekanan dalam hukuman dan imbalan, contoh penekanan kepada orang tua supaya patuh akan perintah orang tua, penekanan ini terletak pada orang tua dan keinginan orang tua terhadap anaknya.
Sosialisasi Partisipatoris yaitu pola di mana ketika anak berprilaku baik mendapat imbalan akan prilakunya tersebut, sebagai contoh ketika di daerahnya sedang turun hujan, si anak berinisiatif mengambil jemuran di belakang rumahnya, karena prilaku baiknya anak diberi imbalan.

Proses Sosialisasi

Menurut pendapat George Herbet Mead bahwa sosialisasi yang akan dilalui seseorang dibedakan melalui tahap persiapan (preparatory stage), tahap meniru (play stage), tahap siap bertindak (game stage), tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage/generalized other).

Tahap Persiapan (Preparatory Stage)

Tahap ini dialamai oleh setiap manusia sejak dilahirkan, moment seorang anak menyiapkan diri mengenal dunia sosialnya. Tahap ini anak mulai meniru kegiatan yang dilakukan orang tuanya atau orang di sekitarnya. Contoh: seorang ibu mengajarkan mengeja kata “mamah” balita akan mencoba mengucapkan kata yang diulangi ibunya, mesti tidak sempurna diucapkan “myamyah”. Seiring anak tumbuh lama-kelamaan anak dapat memahami makna kata mamah tersebut dengan kenyataan bahwa ibunya adalah mamahnya.

Tahap Meniru (Play Stage)

Pada tahap ini semakin sempurna seorang anak meniru peran yang dilakukan orang dewasa. Anak menyadari tentang yang dilakukan orang disekitarnya. Pada tahap ini kemampuan untuk menempatkan diri dengan posisi orang lain mulai terbentuk.

Tahap Siap Bertindak (Game Stage)

Di tahap peniruan sudah berkurang lalu digantukan peran yang dimainkan secara langsung dengan kesadaran penuh. Pada tahap ini hubungan dengan lawan interkasi semakin kompleks, dan si Individu mulai berhubungan dengan teman sebayanya di luar rumah. Secara bertahap peraturan-peraturan yang berlaku mulai dipahami.

Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage/Generalized other)

Seseorang telah dianggap dewasa pada tahap ini, karena sudah bisa menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Kata lainnya, seseorang bersika tenggang rasa mulai dari orang-orang yang dikenalnya dan juga dengan masyarat luas. Manusia ini sadar pentingnya peraturan di sekitarnya. pada tahap ini ia telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Etika Dalam Bersosialisasi

Etika dan sopan santun sangatlah penting dalam bersosialisasi ditengah masyarakat supaya dapat diterima dengan baik di lingkungan masyarakat. Dalam menjaga interaksi sosial yang baik, dengan menjaga etika dapat membantu tiap individu supaya saling menghargai dan tertib dalam bermasyarakat.
Supaya kita dihargai dan diterima dalam oleh masyarakat etika dan sopan santun harus dijaga, contohnya ketika kita sedang mengantri, antrilah dengan tertib jika kita menyelak antrian maka padangan masyarakat tengan kita buruk.
Berikut diatas merupakan Penjelasan Tentang Pemuda dan Sosialisasi. Tulisan diatas dikutip dari wikipedia dan sumber-sumber terkait yang diamati, ditiru, dan dimodifikasi.



Permasalahan Generasi Muda
Masa muda yang dalam pencarian jati diri dalam hidupnya, di samping masa penuh problematika juga dikatakan masa remaja adalah masa yang paling indah dan penuh kenang-kenangan yang tak terlupakan, masa transisi inilah perlu adanya bimbingan dari siapapun, baik dari orang tua atau orang yang lebih dewasa darinya sehingga mereka dapat lebih terarah dalam menjalani hidup ini.
Masa muda memang dapat dikatakan masa yang sulit, karena seorang remaja akan menghadapi kesulitan dengan dirinya sendiri, dengan orang tuanya, dengan teman-temannya, dengan lawan jenisnya, dengan sekolahnya serta dengan masyarakat sekitarnya. Pada masa ini memang berada dalam kondisi yang tidak stabil, senantiasa berubah mengukur segala sesuatu dengan ukurannya sendiri, kadang dalam mengambil keputusan tidak logis dan umumnya mempunyai perangai berontak.
Menurut seorang tokoh psikologi remaja yakni James E.Gardner, masa remaja adalah masa yang penting, mereka merupakan suatu masa perubahan yang begitu mendadak dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, mereka harus dianggap sebagai tahun-tahun kritis.Pendapat ini kalau kita sesuaikan dengan ciri-ciri yang dimiliki generasi muda atau remaja pada bahasan di atas memang benar, karena perkembangan dari segala sesuatu akan menimbulkan ciri-ciri tertentu, begitu juga dengan generasi muda.35
Namun dalam perkembangannya, peran generasi muda sekarang ini mulai menurun, hal ini tidak lepas dari permasalahan dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh generasi muda, hambatan-hambatan tersebut antara lain :
  1. Kesadaran diri dari generasi muda yang masih kurang dalam proses pembangunan.
  2. Sifat generasi muda yang masih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat sepihak dan cenderung negatif
  3. Sifat dari generasi muda yang kadang masih menggantungkan, baik kepada orang tua, pimpinan, ataupun orang lain.
  4. Kekurangsiapan generasi muda dalam menghadapi era globalisasi dewasa ini.
  5. Kurang adanya kerjasama yang saling bermanfaat demi tercapainya suatu tujuan.
  6. Kurang perhitungan dalam mengambil tindakan, karena terpengaruh oleh egonya.
  7. Kurang adanya dukungan dari pihak-pihak lain demi tercapainya tujuan.
Selain hambatan yang dialami oleh generasi muda juga terdapat ancaman terhadap kepribadian generasi muda itu sendiri, ancaman bisa datang dari dalam maupun dari luar generasi muda itu sendiri, bahkan terkadang tidak disadari keberadaannya.
Adapun jenis ancaman tersebut adalah :
  1. Kemungkinan masuknya idiologi asing yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang akan menimbulkan pandangan yang berbeda terhadap keberadaan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Pengaruh pola pemikiran liberalisme dan kapitalisme yang di dasari oleh kehidupan individualisme yang akan merusak semboyan hidup bekerjasama dan bergotong-royong serta jiwa kekeluargaan yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia.
  3. Menurunnya semangat patriotisme terhadap bangsa dan Negara sehingga     menjadikan sikap apatis terhadap pembangunan nasional.36
Sedangkan Ishaq Akhmad Farhan menyatakan bahwa generasi muda dimana saja mereka berada, dihadapkan dengan problematika kehidupan antara lain :
  1. Problem kehidupan, yakni terganggunya keutuhan persepsi antara kebutuhan materi dan kebutuhan jasmani.
  2. Problem kehidupan intelektual, misalnya pergumulan pola fikir ortodox dan modern.
  3. Problem kehidupan sosial, misalnya mengahadapi pergeseran nilai dan terpecahnya integritas moral.
  4. Problem kehidupan politik, misalnya gejala frustasi yang berkepanjangan mengahadapi prilaku politisi atau elit politik yang tidak konsisten, perpecahan yang tidak jelas adanya.
Adapun dari berbagai pendapat diatas, harus kita sadari bahwa peran generasi muda sekarang ini jauh sekali dengan generasi zaman dahulu             ( sebelum kemerdekaan dan sesudah ). Hal itu dapat kita lihat penurunan dari kreatifitas dari generasi muda sekarang ini dalam upaya peningkatan kualitas dari bakat maupun minatnya serta rasa toleransi terhadap permasalahan sosial yang muncul di tengah-tengah masyarakat, memang bangsa kita telah terbebas dari penjajahan tetapi sekarang ini bangsa kita dihadapkan pada penjajahan baru, yaitu korupsi, kolusi, nepotisme, pergaulan bebas remaja, narkoba dan sebagainya, yang perlahanlahan menghancurkan bangsa kita yang tercinta ini.
Realitas yang tidak dapat kita pungkiri ini akan jadi apa nantinya generasi muda kita nantinya ?, apakah mereka akan mengikuti dari arus zaman yang sekarang ini mereka hadapi. Selain itu juga generasi muda dihadapkan pada era globalisasi sebagai dampak kemajuan dan perkembangan dari ilmu dan teknologi, belum lagi era tersebut terjadi transformsi budaya yang bebas nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita, untuk itu generasi muda diharapkan dapat memfilter dari dampak negatif yang telah mereka hadapi untuk dapat mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Dan kalau kita telusuri tantangan yang dihadapi generasi muda dalam hidupnya terutama mereka yang tidak mampu mengantisipasi tantangan tersebut, maka akibatnya mereka akan terbawa oleh arus dampak negatif. Tantangan yang begitu berat dan demikian banyak itu generasi muda sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dibina dan dibimbing agar kelak nantinya mereka menjadi suskses dalam hidup.

Akhirnya hari-hari yang ditunggu peserta SBMPTN datang juga yaitu hari pengumuman. Omong-omong bagi yang bertanya-tanya SBMPTN itu apa adalah SKALU, SKASU, SIPENMARU, UMPTN, SPMB, di masa sekarang. Mana istilah yang dimengerti adalah hal yang gak bisa dipungkiri.
Si ini keterima, si itu keterima, si ini gak keterima, si itu gak keterima. Masih bergulir nama-nama orang di sekitar dan masih bertanya-tanya apa rencana kedepannya sata tau gak keterima. Bersyukurlah orang-orang yang sudah memiliki rencana, baik mengulang tahun depan, atau menunggu pengumuman jalur mandiri, atau kuliah di swasta.

Kemudian semua orang melihat lo dengan tatapan khas saat lo bilang lo bakal lanjut di swasta. Seakan mata mereka berkata “serius lo?”. Dan tatapan itu dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan lain, seperti:
Jadi yang bisa dilakukan adalah menjawab semua pertanyaan itu dengan sabar sambal cengar-cengir padahal lo udah enek ngeliat mata mereka yang masih aja menatap lo dengan tatapan seperti itu. Karena mereka gak ngerti pertimbangan lo mengenai pilihan ke swasta, atau mengenai bahwa lo cukup bijaksana sudah memiliki back-up plan. Belum lagi kalau sesungguhnya swasta itu adalah tujuan utama lo dan keikutsertaan lo di SBMPTN hanyalah sebatas coba-coba (kemudian gue dihujat).
Tujuan kuliah tuh mendapatkan ilmu bukan? Atau, oke gelar. Di swasta juga dapet ilmu, lulus juga dapet gelar. Atau oke, almamater yang bergengsi. Percuma jadi penduduk di kerajaan besar ketika lo tahu lo bisa menjadi raja di daerah kecil. Mungkin lagi adalah kedepannya untuk cari kerja dimana perusahaan lebih prefer lulusan dari universitas negeri. Tapi apakah orang di masa depan akan se-close minded itu? Manusia masih berkembang, begitu pula jalan pikirannya.
Manusia akan lebih open-minded. Dan sebagai orang yang hidup di zaman sekarang, apakah kita gak pernah dengar yang namanya entrepreneurship? Malah kan sekarang ada baru lagi preneurship-preneurship lainnya.
Tatapan itu bakal menjadi tatapan khas juga tapi dengan senyum lebar cengar-cengir yang sumringah. Kemudian bakal dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang serupa sama pertanyaan yang tadi dijabarkan, tapi dengan ekspresi dan intonasi yang berbeda. Padahal di sisi lain pertanyaan sesungguhnya ditanyakan adalah kepada diri sendiri.




Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

1.    Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.

2.    Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan,

3.    Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan.

4.    Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.

5.    Sikap Kemandirian dan Disiplin
Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.

6.    Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah. Secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif.

7.    Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif.

8.    Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI. 

9.    Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi

Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator.







Daftar Pustaka :
https://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/9222-permasalahan-generasi-muda.html
- http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-pemuda-dan-sosialisasi/
- http://tanjungpinangpos.id/peran-pemuda-dan-permasalahan-generasi-muda/
- http://ruanasagita.blogspot.com/2018/02/10-masalah-pada-generasi-muda-dari.html
- http://ekal270995.blogspot.com/2014/11/mengembangkan-potensi-generasi-muda.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hak atas Kekayaan Intelektual

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Agama dan Masyarakat