Manusia dan Cinta Kasih


Manusia dan Cinta Kasih


Disusun oleh :
Akbar Afif Dwi putra                    10118398
Aristo Adri Caprio                       11118103
Khalifia Mutiara Andiarini             13118666
Naufal Hanafi Nukuhehe              15118245
1KA16









Universitas Gunadarma
Fakultas Ilmu Komputer
Jurusan Sistem Informasi
2018-2019





Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat-Nyalah kami akhirnya bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Manusia dan Cinta Kasih” ini dengan baik tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan serta masukan yang bermanfaat dalam proses penyusunan karya ilmiah ini. Rasa terima kasih juga hendak kami ucapkan kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan kontribusinya baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga karya ilmiah ini bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan.
Meskipun kami sudah mengumpulkan banyak referensi untuk menunjang penyusunan karya ilmiah ini, namun kami menyadari bahwa di dalam karya ilmiah yang telah kami susun ini masih terdapat banyak kesalahan serta kekurangan. Sehingga kami mengharapkan saran serta masukan dari para pembaca demi tersusunnya karya ilmiah lain yang lebih lagi. Akhir kata, kami berharap agar karya ilmiah ini bisa memberikan banyak manfaat kepada pembaca makalah ini.


Depok, 17 Maret 2019















i



Daftar isi

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………………              i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………………….               ii
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………………………..              1
                1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………                1
                1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………………               1
                1.3 Tujuan Penulisan……………………………………………………………………………………………..               1
BAB2 PEMBAHASAN…………………………………………………………………………………………………………..               2
                2.1 Pengertian Manusia…………………………………………………………………………………………               2
                2.2. Pengertian Cinta Kasih…………………………………………………………………………………….               2
                2.3 Penerapan Cinta Kasih……………………………………………………………………………………..               5
BAB 3 PENUTUP………………………………………………………………………………………………………………….              6
                3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………………………………………               6
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………………………….              7













ii





PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada hakikatnya manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki perasaan, terutama perasaan cinta. Kebanyakan orang menlihat masalah cinta ini pertama-tama sebagai masalah dicintai, lebih daripada itu masalah yang dicintai yaitu masalah kemampuan orang untuk mencinta, maka masalahnya bagi mereka ialah bagaimana supaya dicintai. Setiap orang membutuhkan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.
Cinta bukanlah terutama hubungan dengan seseorang tertentu. Cinta adalah sikap, sesuatu orientasi watak yang menentukkan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan yang bukan menuju sesuatu objek cinta. Jika seseorang pribadi hanya mencintai satu pribadi lain dan acuh tak acuh terhadap sesamanya yang lain, cintanya bukanlah cinta, tetapi ikatan simbolik atau egoisme yang diperluas.

1.2 Rumusan Masalah
   Berdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.       Apakah pengertian cinta kasih dan kasih sayang?
2.       Apa saja macam-macam cinta dan kasih sayang?
3.       Bagaimana mewujudkan rasa cinta dan kasih sayang?

1.3 Tujuan Penulisan
  Adapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu :
1.       Paham makna cinta dan kasih sayang
2.       Paham untuk menerapkan sikap cinta dan kasih sayang
3.       Paham dengan macam macam cinta dan kasih sayang









1





PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia
            Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain. Menurut  Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi  menurut  suatu  sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antarkomponen tersebut dapat terjadi antara individu dengan individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok

2.2 Pengertian Cinta Kasih
            Cinta kasih terdiri dari beberapa macam dan perwujudan nyata didunia antara lain : Cinta kasih terhadap sesama, Cinta kasih terhadap hewan dan tumbuhan, dan Cinta kasih terhadap semua yang Tuhan berikan kepada manusia, dan terutama Cinta kasih kepada yang Maha Kuasa. Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. MenurutKamus Besar Bahasa Inndonesia karya W.J.S. Poerwadarminta yaitu cinta adalah  rasa  sangat  suka(kepada) atau (rasa)  sayang (kepada), ataupun (rasa)  sangat  kasih atau  sangat  tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih diluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak dan hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya, Berikut adalah tingkatan cinta :
·         Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu tinggi, menengah dan rendah.
·         Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada tuhan.
·         Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orangtua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat.
·         Cinta tingkat terendah adalah cinta yang tidak mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

2






Cinta kasih adalah dimana seseorang mempunyai perasaan yang tulus tanpa  ada pamrih apapun. Cinta dapat terjadi berkat anugerah Tuhan yang Maha Esa dimana manusia mempunyai perasaan yang tidak bisa dibohongi. Setiap manusia pasti mempunyai perasaan tersebut dan manusia juga berhak memilikinya tetapi manusia tidak berhak untuk memaksakan kehendak orang untuk mencintainya.
Cinta kasih dimana seseorang bersedia untuk menangis dan tertawa dengan orang yang dia cintainya. Cinta tidak dapat kita hindarkan tetapi cinta dapat kita pelajari dengan cara melihat pengalaman-pengalaman hidup yang kita hadapi. Banyak orang menghindari perasaan cinta padahal cinta adalah anugerah Tuhan yang paling indah walaupun cinta terkadang menyakitkan. Sesungguhnya cinta adalah menanggung resiko apapun yang kita rasakan dan bersyukur atas pemberian dari tuhan sebab kita dapat tahu arti dari seluk beluk cinta kasih, padahal cinta adalah anugerah Tuhan yang paling indah walaupun cinta terkadang menyakitkan. Sesungguhnya cinta adalah menanggung resiko apapun yang kita rasakan dan bersyukur atas pemberian dari tuhan sebab kita dapat tahu arti dari seluk beluk cinta kasih.
                Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang dan sebagainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang rnengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Dr. Sarlito W. Sarwono juga mengemukakan tidak semua unsur cinta sama kuat, tetapi keintiman atau kemesraan kuat. Ada yang keterikatan nya sangat kuat tetapi keintiman atau kemesraan kurang. Cinta seperti itu mengandung arti setia yang sangat kuat, kecemburuan nya besar tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan dari kemesraan atau keintiman. Contohnya cinta sahabat karib atau saudara kandung yang penuh keakrabann tetapi tidak ada gejolak-gejolak kemesraan.
Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut :
1.       Cinta bersifat manusiawi
2.       Cinta bersifat rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah
3.       Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut






3







Menurut Erich Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :
Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri sehingga kebutuhan jasmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.
Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung, dan berguna bagi dirinya melainkan berkencan dengan hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.
Cinta Erotis
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bisa memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bisa berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja dengan uang sebagai bayarannya.
Cinta Keibuan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
Cinta terhadap sang Pencipta
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Tuhan akan membuat cinta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.

4






2.3 Penerapan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
Cara mewujudkan cinta pada diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
Cara mewujudkan cinta pada sesama manusia
Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah International (1863).
Cara mewujudkan cinta seksual
Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan didasari percintaan.
Cara mewujudkan cinta keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.
Cara mewujudkan cinta kebapakan
Dapat dilakukan dengan dilandasi rasa menghhormati, kasih sayang kepada anaknya dengan cara mencari nafkah, memerhatikan perkembangan anak, mengetahui apa yang diperlukan oleh anaknya.
Cara mewujudkan cinta kepada Tuhan
Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah ditentukan Nya.






5





PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa. Cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.

































6







DAFTAR PUSTAKA

1.    Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara.

2.    Lestari, Dea (2016, 17 Maret).  Manusia dan Cinta Kasih. Dikutip 17 Maret 2019 dari Manusia dan Cinta Kasih: http://rdea14.blogspot.com/2016/03/manusia-dan-cinta-kasih.html?m=1

3.    .Christian, Michael (2016, 11 Februari). Manusia dan Cinta Kasih(Ilmu Budaya Dasar). Dikutip 17 Maret 2019 dari Manusia dan Cinta Kasih(Ilmu Budaya Dasar): https://michaelchristiansite.wordpress.com/2016/02/11/manusia-dan-cinta-kasihilmu-budaya-dasar/


4.      Sabrina, Nataline (2016). Manusia dan Cinta Kasih. Dikutip 17 Maret 2019 dari ManusiadanCintaKasih:https://natalinesabrina.wordpress.com/2015/10/25/manusia-dan-cinta-kasih/amp/

5.     Anggara, Heri (2012, 14 Desember). Makalah Manusia dan Cinta Kasih. Dikutip 17 Maret 2019 dari Makalah Manusia dan Cinta Kasih: http://ibd99.blogspot.com/2012/12/makalah-manusia-dan-cinta-kasih.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hak atas Kekayaan Intelektual

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Agama dan Masyarakat