Perbandingan Kota Bogor dan Kelurahan Katulampa
Kelurahan
Katulampa dan Kota Bogor
A. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
I.
Kelurahan Katulampa
Data Demografi Kelurahan Katulampa Tahun 2016
Pembagian Kelurahan Katulampa
terdiri dari 17 Rukun Warga (RW) dan 107
Rukun Tetangga (RT) dengan
perincian sebagai berikut :
No
|
RW
|
Penduduk
|
Jumlah KK
|
||
Laki-Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|||
1
|
I
|
3.271
|
2.931
|
6.202
|
1.421
|
2
|
II
|
804
|
667
|
1.471
|
407
|
3
|
III
|
517
|
484
|
1.001
|
284
|
4
|
IV
|
1.297
|
1.259
|
2.556
|
687
|
5
|
V
|
1.491
|
1.456
|
2.947
|
782
|
6
|
VI
|
311
|
383
|
694
|
144
|
7
|
VII
|
979
|
969
|
1.948
|
575
|
8
|
VIII
|
493
|
426
|
919
|
197
|
9
|
IX
|
1.017
|
960
|
1.977
|
651
|
10
|
X
|
1.127
|
1.130
|
2.257
|
460
|
11
|
XI
|
730
|
781
|
1.511
|
472
|
12
|
XII
|
263
|
277
|
540
|
212
|
13
|
XII
|
217
|
252
|
469
|
210
|
14
|
XIV
|
547
|
495
|
1.042
|
263
|
15
|
XV
|
399
|
410
|
809
|
221
|
16
|
XVI
|
269
|
280
|
549
|
184
|
17
|
XVII
|
338
|
362
|
700
|
218
|
18
|
XVIII
|
140
|
118
|
258
|
82
|
19
|
XIX
|
353
|
339
|
692
|
165
|
Jumlah
|
14.563
|
13.979
|
28.542
|
7.635
|
|
II.
Kota Bogor
Jumlah Perempuan : 421.587
Total : 870.197
Sumber : Database
SIAK Provinsi Jawa Barat Tahun 2011 (http://jabarprov.go.id/index.php/pages/id/75)
-
Kota Bogor mengisi 1,93% dari total penduduk Indonesia yang
berjumlah 46.497.175.
-
Kelurahan katulampa tentu lebih sedikit dibandingkan penduduk
kota Bogor, 3,27% mampu mengisi kota Bogor dari jumlah yang ada.
B. Lingkungan Hidup
Saya setiap hari melewati tempat ini dan saya beri
pendapat saya tentang perbandingan tempat ini, jikalau butuh artikel berita
yang lebih objektif mohon pembaca bisa berkunjung langsung ke http://www.menlh.go.id
.
Singkatnya
kelurahan katulampa saya tidak ada masalah sosial, transportasi, dan lainnya
disini alamnya sangat indah dan macam tanaman sangat mudah tumbuh disini dan
kota Bogor yang rapih dan kota yang cukup ramah pejalan kaki yang dimana kota
lain masih bermasalah dengan trotoarnya. Namun masalah lingkungan hidup umum di berbagai
kota termasuk kota Bogor yaitu sungai yang dipenuhi sampah plastik,
masyarakatnya kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi walau sebenarnya ketersediaan
transportasi umum lebih dari cukup sehingga jalan sangat padat yang menyebabkan
tidak efektifnya jalan umum untuk kendaraan bermotor.
C.
Mata Pencaharian
I.
Kelurahan Katulampa
No
|
PNS
|
TNI
|
POLRI
|
Pegawai
Swasta
|
Wiraswasta
|
Buruh
|
Pensiunan
|
Tukang
|
1
|
341
|
30
|
23
|
4.245
|
700
|
5.345
|
164
|
840
|
Sumber : Data Demografi Kelurahan Katulampa Tahun 2016
II.
Kota Bogor
1.
|
Petani
|
350
|
2.
|
Pedagang
|
2.634
|
3.
|
PNS
/ TNI
|
1.171
|
4.
|
Buruh
Tani
|
371
|
5.
|
Industri
Kecil dan Buruh lain
|
3.153
|
6.
|
Tukang
kayu / Bangunan
|
630
|
7.
|
Angkutan
|
69
|
8.
|
Peternakan
/ Usaha Ternak
|
0
|
9.
|
Lain
- lain
|
24.204
|
JUMLAH
|
32.58
|
D. Corak Kehidupan
Masyarakat di kelurahan Katulampa dan kota Bogor sudah
mengikuti zaman ini, ini berdasarkan pengamatan pribadi. Saya amati dua wilayah
ini memang sudah terkena dampak globalisasi karena pesatnya teknologi informasi,
masih sering saya lihat festival budaya di acara tahunan, kegiatan umum seperti
car free day, dan lainnya yang dihadiri banyak orang. Antusias masyarakat cukup
tinggi sebab saya amati pesertanya mampu menutupi setengah jalan raya dan
panjangnya lebih dari 100 meter. Di
kelurahan Katulampa sendiri tak mau kalah dengan kota Bogor, disini banyak
masyarakatnya yang menggunakan pakaian batik, menggunakan bahasa daerahnya,
menceritakan budayanya kepada masyarakatnya pada acara terjadwal, dan masyarakat
disini yang terkenal ramah.
E. Lapisan Sosial
Sulit untuk melihat lapisan sosial di lingkungan ini, saya
kali ini berpendapat di kelurahan katulampa orang yang mempunyai hubungan
dengan petinggi atau pemerintah disini akan mendapat keuntungan seperti
perizinan membuat bangunan dan kemudahan membuka usaha juga modifikasi sesuatu
jalan yang sebenarnya kurang tepat jika seperti ini kemudian untuk lapisan
dibawahnya ada masyarakat kurang mampu yang tertindas dalam bangunan tempat
tinggal karena tidak adanya surat tanah. Ini berlaku umum sekali untuk masyarakat
kota Bogor yang sama hal memperhatikan golongan sosialnya contoh memiliki
kendaraan bermotor mewah untuk sekedar status, mempunyai rumah mewah, harta,
dan lainnya yang banyak mereka kejar. Saya yakin banyak yang tidak seperti ini
tetapi yang saya amati memang ada yang seperti ini.
F. Mobilitas Sosial
Mudah, mobilitas sosial di kelurahan katulampa karena
mayoritasnya adalah para petani dan supir barang dan orang mereka cukup
meningkatkan karir mereka dan menjalin perusahaan besar agar mereka mendapat
lebih. Masyarakat kota adalah pegawai (negeri atau swasta) dan pengusaha/wirausahawan
mereka wajib meningkatkan karir dalam berbisnis dan prestasi dalam bekerja di
perusahaan. Jika peningkatan tidak berhasil maka social sinking akan terjadi, misal
perusahaan jatuh bangkrut, pegawai dipecat, sawah diserang hama atau bencana
alam dan seseorang yang memasuki masa pensiun.
G. Interaksi Sosial dan Solidaritas Sosial
Kelurahan Katulampa terkenal dengan penerapan nilai
agamanya yang kuat yang menciptakan keteraturan sosial, damai dan peduli. Ini
dibuktikan banyaknya organisasi masyarakatnya (tidak terdaftar) yang banyak
bertujuan untuk kesejahteraan bersama. Masyarakat kota Bogor saya jujur ingin
berkata kasar, contoh mudahnya yaitu ketertiban berlalu lintas yang tidak jelas.
Tidak jarang anda menemukan kendaraan ugal ugalan, parkir/stop sembarangan, dan
ini umum hingga saya sekarang menjadi terbiasa, jika anda ingin bertemu orang
yang ramah janganlah datang ke kota, walaupun ada harus bisa mengujinya untuk alasan
kepercayaan. Organisasi masyarakat di kota Bogor saya ragu karena mayoritas
penduduknya yang seperti itu.
H. Kedudukan dalam Strata Adimintrasi Negara
H. Kedudukan dalam Strata Adimintrasi Negara
Kutipan resmi dari
kotabogor.go.id yaitu , “Masalah PKL. Sampai dengan tahun 2013, masalah PKL
seperti menjadi masalah sosial yang klasik, karena secara ekonomis tetap dibutuhkan walaupun kerap menjadi pemicu
munculnya masalah ketertiban
mendasar
yang dihadapi dalam penangan PKL masih belum beranjak dari kondisi perekonomian yang belum
memungkinkan sektor formal optimal menampung angkatan kerja. Kemudian jumlah
PKL yang relatif banyak dan keberadaannya masih terkonsentrasi di pusat pusat keramaian,
serta lahan relokasi PKL sangat terbatas.
Padahal para pelaku PKL selalu berkeinginan direlokasi ke lokasi
strategis dan dekat dengan keramaian.
Upaya yang dilakukan Kantor Koperasi dan UMKM dalam penanganan masalah
PKL adalah melaksanakan kegiatan Penataan Sarana dan Prasarana berdagang
PKL Binaan. Dalam Kegiatan tersebut telah dilaksanakan Perbaikan
Sarana dan Prasarana PKL Binaan pada17 los di Jalan
Pejagalan dan 30 los di Jalan Pengadilan samping Kantor Telkom.
Selain itu,
juga dilakukan penataan wisata kuliner dengan memperbaiki sarana berdagang PKL Kuliner Binamarga dan perencanaan
penataan lokasi Binamarga untuk mendukung Destinasi Wisata Puncak.”
Sumber
kutipan dari bogor.pojoksatu.id untuk kelurahan Katulampa yaitu, “Dari provinsi setelah dilakukan evaluasi
administrasi data di pusat DKI Jakarta tidak mengikuti lomba dan Banten
terdegradasi. Sedangkan 5 provinsi dari sisi penilaian tipis sehingga hari ini
perlu dilakukan klarifikasi lapangan,” kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Senin
(24/07/2017).
Komentar
Posting Komentar